Polisi Tangkap Pelaku Judi Hongkong

KARIMUN – Seorang pelaku judi nomor putaran Hongkong bernama Eben Manalu ditangkap Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Karimun. Pelaku ditangkap di kawasan Telaga Harapan, RT 07/RW 02, Kelurahan Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun, pada Rabu (15/1-2020) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Menurut Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono melalui Kaur Bin Ops, Iptu Rustam E Silaban dalam ekspose kasus tersebut di Mapolres Karimun, Kamis (16/1/2020) sore, penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya aktivitas perjudian jenis Hongkong di kawasan tersebut.

Setelah informasi diterima, maka petugas melakukan penelusuran, dan mendapati kebenaran atas informasi tersebut. Petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Dijelaskan, judi Hongkong dilakukan pelaku dengan menjual nomor 4 angka, 3 angka dan 2 angka dengan besaran pembelian minimal Rp 1.000. Untuk 2 angka, bila kena, maka pemasang mendapat hadiah sebesar Rp 70.000. Sedangkan cara melihat nomor keluar, melalui website Hongkong Poll.

Silaban menjelaskan, pelaku hanya bertindak sebagai penulis dari aktivitas perjudian jenis Hongkong tersebut. Kepada siapa uang hasil perjudian tersebut disetorkannya masih dalam pengembangan.

“Kita masih menelusuri jaringan perjudian jenis baru yang baru muncul di Karimun ini. Dari hasil interogasi yang kami lakukan, tersangka mengaku hanya sebagai penulis. Kepada siapa uang hasil judi tersebut ditransfer dan siapa saja jaringan yang terlibat dalam perjudian ini, masih kita kembangan. Saat ini kami masih fokus terhadap tersangka ini dulu,” jelasnya.

Pelaku ketika diwawacarai mengatakan bahwa dia sudah menjalani aktivitas judi Hongkong ini sekitar 4 bulan. Sedangkan bosnya ada di Batam. Hanya saja, siapa bos di Batam yang dimaksud dan siapa saja jaringannya di Karimun, dia enggan menjelaskan.

Sementara itu, dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti di antaranya satu lembar kertas bertuliskan angka, 1 buah pena, 1 lembar bukti transfer 2 buah handphone, satu buah buku kecil bertuliskan angka yang diduga nomor pemasangan, uang tunai Rp 122 ribu serta dua unit handphone.

Polisi menjerat pelaku dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman penjara diatas 5 tahun. Red/It

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *